Ancaman bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan angin puting beliung terus mengintai wilayah perbukitan Kabupaten Langkat, khususnya di Desa Simpang Kuta Buluh, Kecamatan Sei Bingei. Untuk merespons kerentanan geofisika yang tinggi tersebut, tim akademisi gabungan lintas perguruan tinggi yang terdiri dari Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Terbuka (UT), dan Universitas Andalas (UNAND) menyelenggarakan program pengabdian masyarakat terpadu. Berfokus pada penguatan mitigasi kebencanaan berbasis teknologi dan lingkungan, kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Lasma Melinda Siahaan, S.E., M.Si. bersama Prof. Dr. Elisabet Siahaan, S.E., M.Ec. dari USU, Yasir Riady, S.S., M.Hum. dari UT, serta Prof. Ir. Taufika Ophiyandri, S.T., M.Sc., Ph.D. dari UNAND. Berbekal koordinasi erat dengan Kepala Desa Simpang Kuta Buluh, Bapak Agustinus Tarigan, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 35 peserta yang terdiri atas perangkat desa, pengelola aset publik, serta tokoh masyarakat setempat.
Sebagai bentuk intervensi konkret berbasis teknologi terapan, program pengabdian ini menyerahkan dan memasang bantuan alat pemantau cuaca modern berupa Weather Station di lokasi strategis di desa. Penyerahan bantuan instrumen Weather Station ini bertujuan untuk memberikan kemampuan pemantauan kondisi mikroiklim secara real-time, meliputi variabel curah hujan, arah dan kecepatan angin, suhu, serta kelembapan udara. Keberadaan stasiun cuaca ini menjadi komponen vital dalam membangun sistem peringatan dini (early warning system) tingkat lokal, sehingga aparatur dan warga desa dapat mendeteksi potensi cuaca ekstrem sebelum memicu pergerakan tanah atau terjangan angin kencang. Dengan data presisi yang dihasilkan Weather Station, langkah antisipasi dan evakuasi mandiri dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur untuk meminimalkan risiko kerugian material maupun korban jiwa.
Inovasi teknologi cuaca tersebut dipadukan dengan optimalisasi sistem informasi geospasial berbasis Geographic Information System (GIS) untuk pemetaan aset publik desa. Tim pengabdian memberikan pendampingan intensif kepada perangkat desa dalam mengidentifikasi dan merekam koordinat lokasi aset-aset vital—seperti kantor desa, sekolah, sarana kesehatan, dan tempat ibadah—yang diintegrasikan ke dalam portal peta digital desa. Melalui integrasi data spasial dan data real-time dari Weather Station, pemerintah desa kini memiliki instrumen komprehensif untuk memantau tingkat kerentanan infrastruktur, mengelola tata ruang berbasis risiko, serta menetapkan jalur evakuasi dan titik kumpul pengungsian secara presisi. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi perencanaan pembangunan, tetapi juga mencegah pemborosan anggaran akibat kerusakan infrastruktur berulang.
Guna melengkapi mitigasi digital dan teknologis, program ini juga menerapkan pendekatan mitigasi ekologis vegetatif di lapangan. Tim pengabdian menyerahkan dan memfasilitasi penanaman bibit tanaman penguat lereng berakar dalam di titik-titik rawan pergerakan tanah. Penanaman vegetasi khusus ini dirancang untuk memperkuat struktur tanah secara alami, menahan laju erosi, serta meningkatkan stabilitas lereng perbukitan saat diguyur hujan berintensitas tinggi. Kepala Desa Simpang Kuta Buluh, Bapak Agustinus Tarigan, menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan Weather Station dan aksi penghijauan ini, yang dinilainya telah mengubah paradigma penanggulangan bencana desa dari pola reaktif tanggap darurat menjadi perencanaan preventif yang terstruktur dan berkelanjutan.
Pelaksanaan program pengabdian kolaboratif ini secara langsung mendukung perwujudan Sustainable Development Goals (SDGs) secara terpadu. Penyediaan instrumen Weather Station dan pemetaan kerentanan aset melindungi infrastruktur serta penghidupan warga, sehingga mendukung SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) dengan mencegah kemiskinan berulang akibat kerugian materiil bencana, serta SDGs 2 (Tanpa Kelaparan) melalui perlindungan lahan pertanian dan ketahanan pangan lokal dari ancaman cuaca ekstrem. Peningkatan kesiapsiagaan kebencanaan turut menopang SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan menjamin keselamatan warga serta keselamatan fasilitas kesehatan desa. Selain itu, edukasi dan pelatihan teknis bagi perangkat desa mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas dan literasi sains kebencanaan berbasis masyarakat. Keseluruhan pencapaian ini bermuara pada SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang terwujud nyata melalui sinergi multipihak antara USU, UT, UNAND, dan Pemerintah Desa Simpang Kuta Buluh.